insights_auto
Mengapa PTBA turun 2,24%?
Pelajari Lebih Lanjutchevron_right
PTBA:IDX
Bukit Asam
Rp 3.050,00
arrow_downward
-2,24%(-70,00) 1 HR
1 Okt, 16.14.51 GMT+7 · IDR
search
Semua simbol
| Simbol | Harga | Perubahan | Persentase Perubahan |
|---|
insights_autoMembuat insight teratas untuk PTBA...
Pembukaan
Rp 3.130
Tinggi
Rp 3.150
Rendah
Rp 3.030
Kapitalisasi pasar
35,14Â T
Volume rata-rata
44,65Â jt
Volume
21,37Â jt
Dividen
3,75%
Dividen per kuartal
Rp 29
Tanggal tanpa dividen
23 Jun 2026
Rasio P/E
7,40
Harga tinggi dalam 52 minggu terakhir
Rp 3.220
Harga rendah dalam 52 minggu terakhir
Rp 2.170
EPS
Rp 412
Saham beredar
11,52Â M
Jumlah karyawan
2Â rb
Pembukaan
Rp 3.130
Tinggi
Rp 3.150
Rendah
Rp 3.030
Kapitalisasi pasar
35,14Â T
Volume rata-rata
44,65Â jt
Volume
21,37Â jt
Dividen
3,75%
Dividen per kuartal
Rp 29
Tanggal tanpa dividen
23 Jun 2026
Rasio P/E
7,40
Harga tinggi dalam 52 minggu terakhir
Rp 3.220
Harga rendah dalam 52 minggu terakhir
Rp 2.170
EPS
Rp 412
Saham beredar
11,52Â M
Jumlah karyawan
2Â rb
Artikel berita
Dari sumber web dan partner berita
Pluang
·
22 menit yang lalu
ETF baru Roundhill bertaruh S&P 500 capai 10.00...
https://cetro.or.id/
·
1 hari yang lalu
Analisis Dow Jones: Tekanan Boeing dan Imbal Hasil Treasury
Vietnam.vn
·
13 jam yang lalu
Ringkasan Singkat 1-10: Imbal hasil obligasi AS mencapai level tertinggi sejak 2002, mendorong Dow Jones ke titik terendah dalam hampir empat bulan.
BeInCrypto
·
4 jam yang lalu
S&P 500 Nampak Baik Menuju Oktober, tapi Apakah Angka di Bawahnya Menjadi Peringatan?
Profil
Pada tahun 1968, pemerintah menggabungkan PN TABA dengan PN Tambang Batubara Mahakam dan PN Tambang Batubara Ombilin untuk membentuk PN Tambang Batubara.
Pada bulan Maret 1981, Unit Tambang Bukit Asam dari PN Tambang Batubara dijadikan modal untuk mendirikan perusahaan ini dengan nama PT Tambang Batubara Bukit Asam. Pada tahun 1984, status PN Tambang Batubara diubah menjadi perusahaan umum. Pada tahun 1990, pemerintah menggabungkan Perum Tambang Batubara ke dalam perusahaan ini. Pada tahun 1993, pemerintah menugaskan perusahaan ini untuk berbisnis di bidang produksi briket batu bara. Pada tahun 2002, perusahaan ini resmi melantai di Bursa Efek Indonesia dan mengubah namanya menjadi seperti sekarang.
Pada tahun 2008, perusahaan ini mengakuisisi 51% saham PT Internasional Prima Coal dengan harga USD17,85 juta. Pada tahun 2014, perusahaan ini mendirikan PT Bukit Multi Investama untuk berbisnis di bidang investasi.
Pada tahun 2015, Menteri ESDM, Sudirman Said, meresmikan pengoperasian PLTU Banjarsari yang berkapasitas 2x110 MW, serta meletakkan batu pertama pembangunan PLTU Banko Tengah yang berkapasitas 2x620 MW di Tanjung Agung. Wikipedia
Tentang Bukit Asam